Raja Fir’aun dikenal sebagai penguasa yang kejam, membanggakan dirinya dengan harta yang berlimpah dan kekuasaaan yang ia dapatkan. Sehingga ia merasa agung, bertindak semena-mena bahkan mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan. Karena sikap ‘ujub yang ia miliki telah menutup mata dan hatinya, Allah menimpakan suatu pelajaran dengan menghancurkan  kerajaan dan harta Fir’aun beserta Fir’aun yang terkubur di dalamnya

Tak dapat dipungkiri, sifat ‘ujub dapat tertanam di dalam diri seseorang yang berada di sekeliling kita. Banyak orang yang merasa bangga akan kemampuan, harta dan ilmu yang dimiliki. Sikap yang merasa diri paling tinggi akan membuat seseorang menyepelekan orang lain. Sifat ini dapat tergolong sebagai dosa yang besar karena akan membawa manusia melupakan akan kehadiran Allah SWT. Yang Maha Pemberi segalanya. Tanpa izin dan rahmat Allah, niscaya manusia tidak akan mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.

Sifat ‘ujub adalah sifat mazmumah (sifat tercela) yang tidak baik dimiliki oleh setiap manusia dan banyak memberikan dampak yang negatif dan sudah dipastikan merugikan diri sendiri. Karena merasa apa yang didapat adalah hasil jerih payahnya sendiri tanpa menghadirkan dalam dirinya ingatan terhadap pemberian Allah, sifat ‘ujub akan mendekatkan diri kepada kufur nikmat. Tentu seseorang yang melakukan hal demikian, tidak akan mendapatkan pertolongan dari-Nya akantetapi akan ditimpa dua kehinaan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ulama Salaf: “Seorang yang ‘ujub akan tertimpa dua kehinaan, akan terbongkar kesalahan-kesalahannya dan akan jatuh martabatnya di mata manusia.”

Selain itu, sifat ‘ujub akan membawa seseorang untuk membuka gerbang kesombongan. Orang yang telah diselubungi oleh sifat sombong tidak akan disenangi oleh orang lain justru akan dibenci bahkan dijauhi.

Bahaya lain yang munculkan dari sifat ‘ujub adalah terhalangnya taufik dan menghalagi seseorang untuk ta’yid kepada Allah SWT. Serta akan merusak amal shaleh kita. Hal ini telah diperingatkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tabrani;

“Tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman(takjub) seseorang kepada dirinya sendiri (‘Ujub)”.

Begitu mengerikan bahaya yang akan dimunculkan dari sifat ‘ujub. Akankah muncul sosok Fir’aun pada masa ini?. Ataukah ia adalah orang yang berada di sekeliling kita bahkan diri kita sendiri yang belum menyadarinya?. Semoga kita selalu bermusahabah (intropeksi) diri dan saling mengingatkan agar terhindar dari sifat ‘ujub.

Allahu’alam