Bapak SBY adalah sosok yang kharismatik dan berwibawa. Banyak yang terpesona oleh sosoknya yang pandai membuai janji dengan ucapan yang sungguh sangat meyakinkan. Sehingga ia pun dapat menduduki kursi kepemimpinan sebagai Presiden RI sampai saat ini. Memang perlu diakui, bahwa retorika beliau selalu menakjubkan, persuaif, dan mengundang simpati rakyat di dalam kegalauannya menjadi no 1 di negeri ini. Sedikit-sedikit curhat.

Di antara butir kegalauannya yang sedang menggelora, SBY akan menaikkan harga BBM. Keputusan yang belum diketuk palu ini tentunya mendapat respon pro dan kontra bukan hanya dikalangan masyarakat akan tetapi juga di dalam tubuh para pejabat di kursi pemerintahan.

Jauh sebelum rencana kenaikan itu dinyatakan secara tersurat, rencana pemberian bantuan langsung tunai (BLT) lebih dahulu digencarkan. Setiap akan ada kenaikan harga BBM, pemerintah seolah menyuap nurani orang yang berada di strata bawah dengan pemberian bantuan sebesar Rp 300.000/keluarga. Itu pun hanya beberapa bulan sekali. Jelas tidaklah sebanding dengan dampak yang akan diterima jika tarif BBM benar-benar dinaikkan untuk jangka waktu yang tidak sebentar. Ketika tarif BBM naik, kebutuhan pokok pun ikut naik. Tentu ini menjadi kecemasan besar bagi seluruh elemen masyarakat.

Penulis sangat apresiatif terhadap para pendemo yang turun ke jalan untuk mengeluarkan dan mewakili aspirasi rakyat. Karena kita sebagai mahasiswa yang dituntut memiliki jiwa dan pemikiran kritis terhadap keadaan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Tidak hanya tarif angkutan saja yang akan naik namun sayur mayur, biaya pendidikan pun tentu akan naik. Belum disahkan saja, para pedagang dan supir angkut sudah menaikkan harga. Namun, yang penulis kritisi terhadap kenaikan harga BBM ini adalah keberadaan BBM itu sendiri yang semakin langka adanya.

Jika tanggal 1 April mendatang, rencana kenaikan tarif BBM diberlakukan, tetap saja permasalahan minyak bumi akan menjadi ancaman besar. Di kemudian hari, minyak bumi akan semakin sedikit karena pemakainya pun akan semakin bertambah. Tentu hal ini tidaklah seimbang. Pertanyaannya, apakah dengan diberlakukannya tarif BBM dapat mengantisipasi kelangkaan minyak bumi?

Seharusnya pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih bijak lagi dengan melihat keadaan dan situasi yang lebih realistis didalam kehidupan sosial masyarakat. Bukan kenaikan harga BBM yang seharusnya SBY putuskan, akan tetapi memikirkan bagaimana cara agar dapat menekan pemakaian minyak bumi yang sudah langka ini.

Banyaknya proyek perluasan jalan dilakukan dengan dalih seringkali kemacetan. Sebenarnya yang pelu dibenahi adalah bukan dengan perluasan jalan raya yang sering melupakan hak pengguna jalan kaki, namun volume kendaraan yang memadati jalan raya. Setiap tahun bahkan setiap harinya volume kendaraan baik beroda dua atau empat mengalami peningkatan. Semakin banyak pengguna kendaraan, maka akan semakin banyak pula pemakaian BBM. Dapat dianalisa atau dilihat secara empirik, dalam setiap rumah, terdapat rata-rata dua sampai tiga motor plus satu atau dua mobil.

Tidakkah pemerintah mencetuskan UUD kepada seluruh lapisan warga negara tercinta untuk memberikan batasan kendaraan yang harus dimiliki oleh setiap keluarga atau instansi?

Dengan pembatasan tersebut, penekanan atau minimalisasi pemakaian BBM akan tercapai. Selain itu pun mengurangi intensitas kemacetan.

Sepatutnyalah kita menyadari akan kondisi alam ini yang sudah banyak di eksploitasi oleh oknum yang tidak bermoral dan banyak dirampok oleh negara lain. Kesadaran akan minyak bumi yang langka harus menjadi pertimbangan pula oleh kalangan agen of change. Tunjukan jika kita peduli akan kondisi alam dan negara kita. Tunjukan bahwa kenaikan BBM itu bukan solusi yang baik, namun ada solusi yang terbaik dari itu.

Ada beberapa cara untuk menghemat dan menekan pemakaian BBM :

  1. Pada hari ini, buanglah rasa gengsi anda jika datang kekampus dengan mengendarai sepeda, jikalau rumah anda tidak terlalu jauh dari kampus
  2. Jika anda pergi kesuatu tempat yang dapat ditempuh dengan jalan kaki, why not? Ya selain menghemat BBM, tentunya menghemat uang saku bukan?
  3. Untuk anda pengguna jasa angkutan, minimalisirlah penggunaannya kemanapun anda pergi
  4. Lakukanlah gerakan seribu langkah

Mudah-mudahan dapat bermanfaat ….